Tutorial

Stok Pupuk Subsidi

Panduan pengguna PPTS untuk membaca sisa stok pupuk bersubsidi di PPTS — per produk dan per kecamatan — serta memakainya untuk mencegah transaksi gagal di tengah jalan.

Menunya ada di tab Pemesanan

Bukan di tab Penyaluran. Stok terasa bagian dari penyaluran, tetapi di aplikasi ia diletakkan bersama urusan pupuk masuk — sederet dengan Riwayat Pemesanan Pupuk dan SPJB PPTS. Ini penyebab tersering orang menyimpulkan menunya tidak ada.

Yang dibatasi angka ini

Penyaluran dibatasi dua hal sekaligus: sisa alokasi petani dan sisa stok PPTS. Keduanya harus cukup. Alokasi petani bisa besar sementara stok Anda habis, dan sebaliknya — jadi memeriksa satu saja tidak cukup.

Sekilas alurnya

Tiga tahap: membuka layarnya, membaca kartunya, lalu memakai angkanya dalam pekerjaan sehari-hari. Ketuk salah satu untuk melompat, atau cukup gulir terus dari sini.

  1. 1Membuka layar Stok Pupuk SubsidiLayar stok terbuka, dan Anda tahu menunya tidak berada di tempat yang diduga.
  2. 2Membaca satu kartu produkAnda bisa menyebutkan sisa stok tiap produk, dan tahu bedanya “Stok Keseluruhan” dengan rincian per kecamatan.
  3. 3Memakai angka stok dalam pekerjaan sehari-hariAnda memakai layar ini untuk mencegah transaksi gagal di tengah jalan, dan tahu kapan harus memesan lagi.

Istilah yang perlu dipahami dulu

Stok Keseluruhan
Jumlah stok tercatat satu produk untuk seluruh kecamatan wilayah kerja PPTS, dalam kilogram. Ini batas atas jumlah yang bisa disalurkan.
Stok Habis
Keterangan yang menggantikan Stok Keseluruhan ketika stok tercatat nol. Produknya tetap ditampilkan, tetapi tidak bisa disalurkan.
Wilayah kerja
Kecamatan-kecamatan tempat PPTS berhak menyalurkan. Stok dipecah per kecamatan mengikuti pembagian ini.
Stok tercatat
Angka yang dipegang aplikasi. Yang menentukan boleh atau tidaknya penyaluran adalah angka ini, bukan tumpukan fisik di gudang.
Tahap 1

Membuka layar Stok Pupuk Subsidi

Layar stok terbuka, dan Anda tahu menunya tidak berada di tempat yang diduga.

Stok Pupuk Subsidi adalah daftar sisa pupuk yang tercatat di PPTS Anda, dipecah per produk dan per kecamatan wilayah kerja. Dipakai untuk dua hal: memastikan pupuk yang diminta petani memang masih ada sebelum transaksi dimulai, dan memutuskan kapan harus memesan lagi ke produsen.

Menunya di tab Pemesanan, bukan Penyaluran

Ini yang paling sering membuat orang menyimpulkan menunya tidak ada. Stok memang terasa bagian dari penyaluran — tetapi di aplikasi ia diletakkan bersama urusan pupuk MASUK, yaitu tab Pemesanan, sederet dengan Riwayat Pemesanan Pupuk, Lapor Stok, SPJB PPTS, dan Pesan Pupuk Bersubsidi.

Sebelum mulai

  • Anda sudah masuk memakai akun PPTS. Stok yang tampil adalah stok PPTS tersebut, bukan stok wilayah.
  1. 1

    Pindah ke tab Pemesanan

    Tab-nya ada di bilah bawah, di antara Penyaluran dan Profile. Di bagian atasnya tertera nama dan kode PPTS Anda — cocokkan sekali sebelum membaca angkanya.

    Tab Pemesanan dengan menu Riwayat Pemesanan Pupuk, Stok Pupuk Subsidi, Lapor Stok, SPJB PPTS, dan Pesan Pupuk Bersubsidi
  2. 2

    Ketuk Stok Pupuk Subsidi

    Layarnya berjudul “Stok Subsidi”. Kalau daftar produknya belum muncul, tunggu pemuatannya selesai — layar ini mengambil datanya dari server, jadi di jaringan lambat ia bisa kosong beberapa saat sebelum terisi.

    • Menu “Lapor Stok” di sebelahnya adalah hal yang berbeda dan tidak dibahas di panduan ini.

Selanjutnya — Membaca satu kartu produk: Anda bisa menyebutkan sisa stok tiap produk, dan tahu bedanya “Stok Keseluruhan” dengan rincian per kecamatan.

Tahap 2

Membaca satu kartu produk

Anda bisa menyebutkan sisa stok tiap produk, dan tahu bedanya “Stok Keseluruhan” dengan rincian per kecamatan.

Satu kartu untuk satu produk. Seluruh produk subsidi selalu ditampilkan — termasuk yang stoknya nol — sehingga daftarnya tidak berubah panjang dan posisi tiap produk tetap.

  1. 1

    Nama produk dan Stok Keseluruhan

    Baris “Stok Keseluruhan” adalah jumlah seluruh kecamatan wilayah kerja Anda untuk produk itu, dalam kilogram. Inilah angka yang membatasi penyaluran.

    • Satuannya selalu kilogram, bukan sak. Satu sak Urea atau NPK sama dengan 50 Kg — jadi 3.325 Kg Urea berarti 66 sak lebih sedikit.
    Layar Stok Subsidi: kartu Urea N 46% dan NPK Phonska dengan Stok Keseluruhan dan rincian kecamatan, disusul produk bertanda Stok Habis
  2. 2

    Rincian per kecamatan

    Di bawah Stok Keseluruhan, tiap kecamatan wilayah kerja disebut beserta stoknya sendiri. Jumlah seluruh baris kecamatan selalu sama dengan Stok Keseluruhan — kalau tidak sama, itu ketidakwajaran yang layak dilaporkan, bukan pembulatan.

    • PPTS yang wilayah kerjanya satu kecamatan akan melihat satu baris saja, dengan angka yang sama dengan Stok Keseluruhan.
  3. 3

    Produk bertanda “Stok Habis”

    Produk yang stoknya nol tidak menampilkan rincian kecamatan — hanya keterangan “Stok Habis” dan 0 Kg. Produk seperti ini tidak bisa diisi jumlahnya saat membuat penyaluran.

    “Stok Habis” berarti stok TERCATAT nol, bukan gudang kosong. Kalau pupuknya nyata-nyata ada di tempat Anda, yang bermasalah pencatatannya — dan penyaluran tetap akan tertolak sampai catatannya dibetulkan. Jangan menyalurkan lebih dulu dengan niat membereskan catatan belakangan.

Selanjutnya — Memakai angka stok dalam pekerjaan sehari-hari: Anda memakai layar ini untuk mencegah transaksi gagal di tengah jalan, dan tahu kapan harus memesan lagi.

Tahap 3

Memakai angka stok dalam pekerjaan sehari-hari

Anda memakai layar ini untuk mencegah transaksi gagal di tengah jalan, dan tahu kapan harus memesan lagi.

  1. 1

    Sebelum mulai melayani, bukan di tengah transaksi

    Periksa stok di awal hari atau sebelum petani dilayani. Mengetahui stok nol setelah petani menunggu, dokumen difoto, dan tanda tangan diambil berarti pekerjaan itu terbuang.

  2. 2

    Stok berkurang saat penyaluran, dan pulih saat pembatalan

    Setiap penyaluran yang berhasil mengurangi stok sebanyak yang disalurkan. Pembatalan transaksi memulihkannya kembali — dan memeriksa layar ini adalah salah satu cara memastikan pembatalan benar-benar jadi.

    • Sisa alokasi petani dan sisa stok PPTS adalah dua batas yang berbeda. Keduanya harus cukup: alokasi petani bisa besar sementara stok Anda habis, dan sebaliknya.
  3. 3

    Stok menipis berarti waktunya memesan

    Pemesanan ke produsen memakan waktu — ada tahap pembayaran, penerbitan SO, pengiriman, lalu penerimaan barang. Jangan menunggu sampai nol.

Kalau ada yang tidak beres

Menu Stok Pupuk Subsidi tidak ketemu

Penyebab
Sedang berada di tab Penyaluran. Menunya ada di tab Pemesanan.
Solusi
Pindah ke tab Pemesanan di bilah bawah. Menunya sederet dengan Riwayat Pemesanan Pupuk dan SPJB PPTS.

Layar stok terbuka tetapi kosong

Penyebab
Pemuatan dari server belum selesai, atau jaringannya sedang terputus.
Solusi
Tunggu sebentar, lalu tarik layar ke bawah untuk memuat ulang. Pastikan perangkat punya sambungan data.

Angka di layar tidak sama dengan tumpukan pupuk di gudang

Penyebab
Yang tampil adalah stok tercatat. Selisih muncul bila ada penerimaan barang yang belum tercatat, atau penyaluran yang tercatat tanpa barang keluar.
Solusi
Cocokkan dengan Riwayat Pemesanan (barang masuk) dan Riwayat Penyaluran (barang keluar) untuk menemukan selisihnya, lalu laporkan ke admin. Penyaluran tetap mengikuti angka tercatat.

Produk yang diminta petani bertanda Stok Habis padahal barangnya ada

Penyebab
Penerimaan barang dari DO belum diselesaikan di aplikasi, jadi stoknya belum bertambah.
Solusi
Periksa Riwayat Pemesanan Pupuk: kalau ada pengiriman yang sudah tiba tetapi belum diterima di aplikasi, selesaikan penerimaannya dulu.

Jumlah baris kecamatan tidak sama dengan Stok Keseluruhan

Penyebab
Ini tidak wajar — keduanya seharusnya selalu sama.
Solusi
Catat nama produk, kedua angkanya, dan tanggalnya, lalu laporkan ke admin. Jangan menyimpulkan salah satu angka yang benar.

Stoknya menipis atau sudah habis?

Menambah stok berarti memesan ke PUD/produsen, dan prosesnya berjenjang — pesan, bayar, tunggu SO terbit, tunggu kiriman, lalu terima barangnya di aplikasi. Jangan menunggu sampai nol.